Apa itu Database? Ini Pengertian, Jenis, dan Fungsinya

Sama seperti namanya, database adalah kumpulan data. Setiap orang dan organisasi menggunakan database dari mulai bentuk sederhana sampai yang paling rumit.

Bentuk sederhana sebuah database adalah buku telepon dan daftar absensi sekolah; keduanya berisi informasi singkat mengenai nama orang dan keterangan identifikasi misalnya nomor telepon dan kehadiran di kelas.

Di sebuah organisasi atau perusahaan besar seperti Facebook, database juga berisi identitas pengguna misalnya nama dan alamat email tapi tentu saja teknologi yang digunakan jauh berbeda karena terdapat sekitar 2,5 miliar jumlah pengguna dan setiap nama memiliki banyak keterangan identifikasi.

Selain nama dan alamat email, juga terdapat foto profil, konten yang diunggah, daftar pertemanan, daftar grup, dan segala aktifitas perbincangan. Satu nama saja bisa berisi data aktifitas selama bertahun-tahun.


Pengertian Database

Pada dasarnya data adalah kumpulan informasi dalam berbagai bentuk seperti teks, nomor, gambar, rekaman film, dan lain-lain. Untuk mengatur data, Anda membutuhkan database.

Sebuah database bisa diartikan sebagai kumpulan informasi yang telah diorganisir. Tetapi dalam dunia komputer, database bukan berisi teks dalam berkas atau dokumen, melainkan sebuah sistem elektronik yang memudahkan seorang administrator untuk mengakses, merubah, mengatur, menghapus, dan memperbarui data.

Organisasi menggunakan database untuk menerima, menyimpan, dan mengatur informasi anggota, karyawan, pelanggan, atau pengguna layanan tergantung pada bentuk organisasi tersebut.

Contoh penggunaan database di perusahaan/organisasi:

  • Pabrik menggunakan database untuk menyimpan catatan barang yang telah diproduksi dan dikirim
  • Gudang memakai database untuk urusan inventaris termasuk barang masuk dan keluar
  • Hotel memiliki database berisi nama tamu, nomor kamar, catatan layanan, daftar barang, dan tagihan
  • Kantor pemerintah mempunyai database identitas pegawai, jabatan, masa kerja, dan promosi
  • Sekolahan menggunakan register siswa, prestasi, pelanggaran, tingkat kelulusan, dan ekstrakurikuler
  • Toko kelontong atau minimarket memakai database untuk mencatat penjualan dan inventaris barang

Database modern dioperasikan dengan menggunakan program komputer Database Management System (DBMS). Pada umumnya, akses ke database sangat terbatas dan hanya bisa dilakukan oleh administrator karena setiap perubahan kecil bisa berpengaruh besar pada laporan analisis.

Beberapa database bahkan dilengkapi dengan sistem ACID (atomicity, consistency, isolation, and durability) untuk memastikan bahwa segala bentuk perubahan bisa diverifikasi dengan tuntas.


Fungsi Database

wordpress dan database

Selain sebagai kumpulan informasi, sebuah database dilengkapi dengan berbagai fungsi lain:

  • Pengaturan data: saat seorang administrator mulai menggunakan database, dia juga mengatur spesifikasi tentang pengaturan data sehingga semua informasi yang masuk bisa langsung terstruktur secara cepat
  • Integrasi data: setiap data baru yang terhubung dengan data lama bisa langsung terintegrasi dengan mudah. Misalnya data penjualan sebuah barang di toko akan mempengaruhi jumlah inventaris dan laba
  • Manajemen transaksi: setiap perubahan akan tersimpan dalam database. Perubahan ini terekam secara permanen dan tidak mungkin hilang meskipun sistem mengalami kerusakan
  • Kontrol akses pengguna: salah satu fungsi penting database adalah kemampuannya menyimpan dan memproses input informasi dari beberapa pengguna sekaligus. Data yang tersimpan tetap aman dan konsisten meskipun ada lebih dari satu administrator yang melakukan perubahan

Tentu saja database yang baik memiliki fitur back-up dan recovery yang bisa diandalkan. Jika ada kegagalan sistem dari luar (misalnya listrik padam, akses oleh pihak ketiga, interupsi dari sistem operasi komputer, atau gangguan koneksi), database tidak akan rusak.


Komponen Database

Pada tahap ini kita sudah mengerti perbadaan antara database sederhana – tidak lebih dari kumpulan data – dan database kompleks yang merupakan sistem elektronik untuk menyimpan, mengolah, dan analisis data. Untuk melakukan semua fungsi tersebut, sebuah database memerlukan banyak komponen antara lain:

  • Perangkat keras: seperangkat elektronik termasuk hard drive dan I/O device (data input/output). Tatap muka antara administrator dan database yang diakses juga memerlukan perangkat keras seperti monitor.
  • Perangkat lunak: program komputer yang digunakan untuk mengontrol database itu sendiri. Selain DBMS, sebuah database memerlukan sistem operasi komputer, dan koneksi internet untuk mengirim/menerima pembaruan data dari komputer lain dalam sebuah jaringan.
  • Data: sebuah program bisa disebut database jika menyimpan data. DBMS kemudian digunakan untuk akses database, merekam data, menyunting, dan menyimpan perubahan.
  • Database Access Language: administrator bisa menulis rangkaian perintah komputer – sesuai dengan instruksi atau prosedur yang benar – untuk dimasukkan ke DBMS. Setiap data yang masuk bisa secara otomatis merubah database tanpa harus melakukan suntingan manual secara terus-menerus. Program seperti ini juga dipakai untuk Microsoft Excel ketika memasukkan data baru di sebuah spreadsheet.

Komponen lain yang juga penting adalah prosedur atau protokol yaitu instruksi dan aturan akses database. Adminsitrator harus mengikuti tahapan-tahapan tertentu seperti yang dianjurkan dalam prosedur penggunaan supaya pemrosesan data berjalan tanpa kesalahan.


Beberapa Jenis Database

MariaDB MySQL

Jenis database bisa dibedakan dari bentuk konten didalamnya: tekstual, numerik, dan gambar. Database yang lebih kompleks diklasifikasikan berdasarkan pada sistem pengaturan yang dipakai. Beberapa tipe database paling banyak digunakan adalah sebagai berikut:

1. Database Relational

Diciptakan oleh E.F Codd untuk IBM pada tahun 1970, relational database merupakan database berbentuk tabel dimana data bisa diatur, diakses, dan dikalkulasikan dengan berbagai cara berbeda.

Database ini memiliki sejumlah tabel dengan kategori berbeda pula, sedangkan setiap tabel memiliki setidaknya satu kolom untuk kategori dan satu baris untuk hasil pengolahan data berdasarkan kategori di kolom.

Program antarmuka dan applikasi yang sering digunakan untuk mengakses relational database adalah SQL (Structured Query Language). Selain fleksibilitas akses dan pengaturan, salah satu kelebihan database tipe ini adalah mudahnya menambah kategori baru ke dalam database yang sudah ada tanpa melakukan perubahan pada aplikasi.

2. Database Distributed

Database ini menyimpan sebagian data di beberapa tempat atau perangkat sekaligus yang semuanya terhubung dalam satu jaringan. Oleh sebab itu pemrosesan data juga tersebar dan akan diulang di semua tempat penyimpanan untuk memastikan proses konsolidasi.

Distributed database bisa bersifat homogen atau heterogen. Homogen artinya semua perangkat penyimpanan (storage devices) di lokasi yang berbeda memiliki spesifikasi yang sama baik dalam hal jenis perangkat keras, sistem operasi, maupun aplikasi database yang digunakan.

Sebaliknya, distributed database heterogen bisa menggunakan jenis perangkat (keras dan lunak) berbeda tanpa mengganggu funsgi pengolahan data.

3. Database Cloud

Sama dengan cloud computing, database tipe ini dirancang untuk berfungsi secara optimal di lingkungan virtual. Database bisa tersimpan di public cloud, private cloud, atau hybrid cloud. Kelebihan utama cloud database adalah kapasitas penyimpanan data yang fleksibel dan bisa ditingkatkan (atau diturunkan) sesuai kebutuhan pengguna.

Penyedia layanan juga membolehkan pengguna untuk membayar biaya langganan per pemakaian, sehingga lebih hemat selama penggunaan atau akses database bisa terjadwal dengan baik. Cloud database adalah salah satu contoh penerapan bisnis SaaS atau Software-as-a-Service.

4. Database NoSQL

Database ini banyak digunakan oleh organisasi yang harus melakukan proses input dan pengolahan data dalam jumlah besar. NoSQL database biasanya disimpan seperti distributed database (di beberapa tempat sekaligus) termasuk penyimpanan cloud. NoSQL bisa efektif untuk pengolahan data yang tidak terstruktur.

Organisasi besar seperti perusahaan yang beroperasi di level korporat seringkali diharuskan mengolah data dalam jumlah sangat besar dalam rentang waktu yang sangat terbatas. Maka dari itu, administrator database dituntut untuk bisa menggunakan berbagai jenis database sekaligus untuk meningkatkan performa analisis.

Baca juga:

0 0 vote
Article Rating

Dimas

Menyajikan konten berkualitas seputar teknologi dan telah melalui tahap pengeditan yang ketat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments