Ini Cara Kerja Firewall yang Penting Untuk Keamanan Internet

Setiap teknologi yang terkoneksi dengan internet saat ini memiliki sistem firewall yang mengatur arus informasi. Sistem firewall tersebut tidak hanya mengatur informasi yang masuk tetapi juga informasi yang keluar. Berkat firewall tidak ada arus informasi yang tidak terkendali dan terawasi. Tapi kamu mungkin bertanya, bagaimana sih cara kerja firewall sebenarnya?

Firewall sebenarnya merupakan sebuah sistem yang tertanam pada sebuah jaringan internet dan bukan sebuah tembok api nyata seperti yang kamu bayangkan. Namanya memang firewall namun bukan berarti memiliki api, melainkan memiliki fungsi untuk menyaring akses informasi yang terjadi pada jaringan internet.

Teknologi firewall sudah ada sejak tahun 1990an ketika sistem internet mulai dikembangkan yang memungkinkan semakin banyak pihak untuk melakukan akses data pada satu sumber informasi. Tentu saja tidak semua orang tidak diperbolehkan untuk bisa mengakses informasi tertentu. Itu sebabnya dibutuhkan sebuah sistem yang mengatur bagaimana lalu lintas akses informasi yang terjadi di sebuah jaringan.


Cara Kerja Firewall

Sebagai sebuah ilustrasi, kamu bisa bayangkan firewall layaknya sebuah penjaga gerbang yang akan selalu bertanya pada siapapun yang memasuki gerbang. Sang penjaga akan melihat spesifikasi ataupun data informasi pengakses yang datang untuk kemudian memutuskan apakah ia bisa memasuki gerbang.

Firewall sebagai sebuah sistem seleksi akan menyeleksi siapa saja yang bisa masuk. Di saat yang sama, firewall juga bisa menghapus data yang tidak boleh masuk. Data-data yang tidak boleh masuk ini adalah hasil dari seleksi berdasarkan protokol yang telah ditentukan.

Sistem firewall begitu aktif untuk mendeteksi dari mana lalu lintas berasal, hal ini akan memengaruhi perilaku firewall terhadap akses yang terjadi. Jika ternyata firewall mengenali akses berasal dari sumber yang terlarang maka firewall akan bisa mencegahnya untuk masuk. Berdasarkan seleksi ini, firewall akan selalu memeriksa apakah sumber lalu lintas terpercaya atau tidak dengan melihat sertifikat ataupun data paket.

Usai seleksi, kemudian firewall akan memberikan, maka akses informasi dapat terjadi. Jika akses sudah terjadi data-data bisa diperoleh. Selanjutnya firewall akan merekam bahwa si A misalnya, telah melakukan akses. Biasanya pencatatan pengakses ini berdasarkan alamat IP yang merekam lokasi dan identitas perangkat.

Jika akses informasi sudah terjadi, selanjutnya apa?

Tentu saja pengakses informasi akan keluar kembali menuju gerbang bukan? Nah, lagi-lagi firewall yang menjadi penjaga gerbang akan kembali memeriksa aktifitas akses. Data apa yang dibawa dan juga kemana membawa informasi tersebut. Bisa saja firewall melarang terjadinya akses menuju negara tertentu atau melarang data-data tertentu untuk dibawa keluar.

Kinerja Firewall di atas menggambarkan bagaimana cara kerja sistem firewall yang ada pada sebuah perangkat yang terhubung pada jaringan. Itu mengapa firewall tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga pengatur, pengontrol dan penyaring arus paket data.

firewall


Penerapan Firewall

Firewall merupakan sistem yang penting bagi perangkat jaringan karena firewall akan menjaga setiap informasi yang ada di dalam sistem. Sebab lalu lintas di internet sangatlah besar dan terjadi oleh banyak pihak, baik pihak yang baik ataupun memiliki niat jahat.

Jika akses terjadi oleh pihak yang memiliki niatan baik tentu kamu tidak perlu khawatir. Tetapi kejahatan siber di internet, sulit untuk diketahui keberadaannya. Itu kenapa Firewall harus tersedia untuk melindungi informasi yang kamu miliki.

Data dan informasi yang penting upayakan tidak terlihat oleh orang lain. Hal ini wajib menjadi prioritas utama di era internet saat ini. Jangan sampai aktifitas pada perangkat seperti wifi, router atau server kamu terlihat oleh pihak yang memiliki potensi menimbulkan kerugian karena memiliki akses pada informasi-informasi sensitif.

Perlu kamu sadari bahwa sistem Firewall bisa bekerja dengan baik caranya adalah dengan melakukan seleksi paket data yang masuk. Selanjutnya adalah melakukan filter berdasarkan tingkat lapisan protokol tertentu. Ini alasan mengapa setiap protokol harus memiliki kriteria seleksi masing-masing.

Sebagai ilustrasi, pada pemeriksaan gerbang pertama yang terdeteksi adalah data paket berupa asal negara. Kemudian di tingkat selanjutnya adalah tentang lokasi akses. Selanjutnya bisa juga tentang lama akses ataupun maksud dari akses. Data-data paket seperti ini akan terseleksi berdasarkan protokol yang tersedia.

Tentu tidak semua firewall menerapkan seleksi ketat, namun berdasarkan jenisnya berikut adalah beberapa sistem firewall yang hingga saat ini populer yakni:

  • Firewall yang memfilter data paket, sistem ini hanya menguji informasi akses yang terjadi tanpa mengetahui apa konteks data yang mengakses.
  • Firewall yang menginspeksi apakah arus lalulintas yang terjadi membawa data paket yang berelasi dengan data paket lainnya. Misalnya pengakses ternyata juga memiliki indikator larangan yang sama seperti pengakses sebelumnya.
  • Firewall proxi yang melakukan inspeksi data paket dengan menggunakan aplikasi yang akan berperan sebagai tingkatan seleksi.
  • Firewall generasi selanjutnya (NGFW/Next Generation Firewall) merupakan sistem firewall yang memiliki tingkatan berlapis yang mampu mencegah terjadinya akses secara paksa dan juga mengandalkan kendali aplikasi.

Manfaat Firewall di Kehidupan Sehari-Hari

Penggunaan firewall di kehidupan sehari-hari saat ini sudah sangat beragam contohnya. Contohnya adalah pada sistem wifi. Pihak-pihak tertentu tidak akan bisa mengakses wifi yang memiliki firewall. Selain telah ada sistem password, sistem firewall juga mengatur lalu lintas yang masuk. Misalnya, aplikasi yang tidak terpercaya tidak bisa mengintip lalu lintas informasi yang terjadi di jaringan wifi.

Contoh lainnya adalah pada komputer. Setiap aktifitas di komputer biasanya memiliki informasi yang sensitif. Seperti nomor akun, kata sandi, data pribadi, dan banyak informasi lainnya. Informasi itu sering terkirim dan berlalu lintas lewat jaringan. Firewall akan mencegah pihak yang tidak berkepentingan untuk sembarangan mengakses data-data itu.

Sebuah jaringan yang tidak memiliki firewall akan berisiko mengalami pencurian data. Penyebabnya adalah karena adanya perangkat lunak yang terpasang di sebuah jaringan internet. Dengan menggunakan firewall, proses pemasangan perangkat lunak tersebut tidak bisa terjadi. Hal ini bisa membuat jaringan internet kamu menjadi lebih aman.

Teknologi firewall akan terus berkembang dan semakin menjamin keamanan jaringan. Firewall generasi selanjutnya  harus mampu untuk mencegah terjadinya kejahatan siber dengan lebih dini tanpa membebani infrastruktur jaringan.

Perkembangan kejahatan siber yang semakin tinggi dan kreatif membutuhkan teknologi firewall terbaru. Dengan firewall generasi terbaru teknologi keamanan pun harus terus berkembang dan mampu mencegah terjadinya kejahatan.


Nah, dari penjelasan di atas cukup jelas bukan bahwa firewall merupakan sistem yang penting untuk dimliki oleh setiap orang. Alasannya adalah karena saat ini hampir semua orang telah memiliki perangkat yang tersambung dengan jaringan internet.

Bayangkan apa yang terjadi jika ponsel pintar yang kamu miliki tidak memiliki firewall, bisa-bisa informasi yang setiap hari kamu lakukan terlihat dan diketahui oleh orang lain dan itu beresiko membuat kamu mengalami kerugian.

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
0
Ikut berkomentarx
()
x