Berbagai Jenis Layanan Hosting Yang Perlu Diketahui

Sudah niat untuk bikin website, tapi pas cek situs hosting tiba-tiba jadi bingung dengan banyaknya pilihan hosting yang ada?

Anda tidak sendirian. Banyak pemula yang kebingungan dengan banyaknya pilihan hosting yang bikin pusing ini. Mulai dari cloud inilah, dedicated itulah, vps tralala trilili dan segala istilah lainnya.

Kebingungan tidak berhenti disitu, didalam setiap pilihan paket hosting ada lagi istilah teknis yang super bikin pusing untuk orang awam seperti bandwidth, DNS, SSL, GB, SQL, blablabla..

Mungkin kalian sering dengar saran dari teman yang bilang: Kalau baru mulai pakai yang murah aja.

Saran yang benar, tapi bahkan anda tidak tahu harus semurah apa. Anda juga tidak tahu spesifikasi apa yang sesuai dengan kebutuhan. Apakah mau bikin blog? Bikin portfolio? Bikin e-commerce? Semua punya spesifikasi masing masing.

Tentunya semakin website dan bisnis anda berkembang, pastinya anda perlu paket hosting yang lebih powerful. Oleh karena itu, mari kita lihat apa saja jenis jenis paket hosting yang umum ditawarkan oleh penyedia jasa hosting di dunia.

1. Shared Web Hosting

Shared artinya shared (dibagi). Website anda disimpan didalam server yang di-share (dipakai rame-rame) oleh website lain. Satu mesin untuk bersama.

Keuntungan dari paket hosting yang satu ini adalah harga yang murah. Tentu saja murah karena anda berbagi dengan orang lain. Untuk server internasional jenis ini, kisaran harganya adalah 50ribu sampai 100ribu rupiah perbulan.

Kekurangan utama dari shared hosting adalah, performa server ini ditentukan oleh website lain yang ikutan numpang di server itu.

Misalkan saya punya situs ruanglaptop.com, dan anda punya situs pemula.com. Kita menggunakan satu server yang sama, dan ternyata situs saya sangat populer dan mendatangkan banyak pengunjung sementara situs anda sepi. Tenaga si server ini akan banyak digunakan oleh situs saya karena aktifitas yang lebih banyak. Otomatis performa server (performa website saya dan anda) akan berkurang gara-gara saya. Merasa dirugikan kan?

Biasanya, ketika seseorang baru merintis bisnis, ia akan mulai dengan shared hosting karena harganya yang sangat murah.

Shared hosting cocok untuk blog baru ataupun portfolio.

Kisaran harga: 50ribu – 100ribu perbulan. Kalau budget anda sangat terbatas, ada baiknya untuk memilih jasa hosting lokal karena biasanya lebih murah. Hanya saja pastikan layanannya terpercaya, aman dan dengan downtime yang minimum.

Satu hal lain yang perlu anda perhatikan dalam membuat website adalah, usahakan untuk gunakan SSL atau Secure Sockets Layer, terlepas dari apapun jenis hostingnya. Ini adalah metode enkripsi transfer data yang membuat website lebih aman dan sulit dibobol. Hampir semua website besar dan ternama sudah menggunakan SSL.

Website yang menggunakan SSL akan dimulai dengan https:// ketika diakses, dan bukan http://. Ia juga mendapat logo gembok di kolom URL browser yang mengindikasikan bahwa website tersebut aman. Menggunakan SSL juga merupakan keuntungan dari segi SEO.

Anggaplah anda memutuskan untuk membeli paket hosting (misal Hostinger), untuk mendapat sertifikat SSL, biasanya si penyedia hosting juga menyediakannya, jadi anda cukup install SSL dari Hostinger tanpa perlu bingung cari kemana-mana lagi. Hal serupa juga berlaku untuk penyedia jasa hosting ternama pada umumnya.

2. Reseller Web Hosting

Reseller web hosting pada dasarnya adalah shared hosting, yang dilengkapi beberapa software tambahan supaya anda bisa menjual lagi paket hosting tersebut.

Anda bisa mengontrol lebih banyak aspek teknis di reseller hosting (biasanya dengan Web Host Manager / WHM). Paket reseller juga menyediakan software pembayaran untuk memudahkan transaksi dengan klien anda, serta beberapa kelebihan lain diantaranya:

– Template website gratis

– White Label Technical Support: perusahaan hosting akan menangani keluhan teknis klien anda

– Private Name Server: membuat anda terlihat lebih profesional karena klien harus mengarahkan nameserver domain mereka ke ns1.perusahaananda.com

Soal harga, hosting reseller biasanya berkisar antara 150ribu sampai 500ribu perbulannya. Tergantung fitur dan resource server.

Kalau anda berencana buka bisnis paket web hosting, maka reseller web hosting cocok untuk anda.

3. Cloud Based Web Hosting

Cloud hosting ini terbilang cukup baru. Teknologi cloud ini memungkinkan ratusan server untuk bekerja bersama sehingga berperan layaknya satu server raksasa.

Tujuan dari cloud hosting ini adalah, ketika kebutuhan bertambah, si perusahaan tinggal menambah server lain ke jaringannya.

Keuntungan terbesar dari cloud hosting adalah, penyedia server bisa mengakomodasi lonjakan traffic yang datang ke website anda, ketimbang mematikan website anda karena penggunaan resource yang berlebihan.

Kalau website anda mulai besar, dan sedang menanjak popularitasnya, maka hosting jenis ini cocok.

Kisaran harga: Harga tergantung besar penggunaan anda. Simpelnya kalau website sepi, anda bayar murah. Kalau website ramai, anda bayar mahal.

4. Virtual Private Server

VPS membagi satu server ke banyak server (seperti shared), tapi ia seperti satu server sendiri.

Anggap satu mesin server punya power sebesar 4. Kalau di shared hosting, orang lain bisa menggunakan 3 dan anda dapat sisanya yaitu 1. Nah kalau di VPS, anda akan mendapat resource yang sudah ditentukan di awal, misalnya sebesar 2.

Tetangga di server yang sama tidak bisa menganggu resource anda, sehingga apapun yang terjadi, anda tetap punya 2, tidak akan berkurang.

Harga: berkisar antara 500ribu sampai 2juta perbulan.

5. Dedicated Web Server

Ketika anda punya paket hosting dedicated, artinya anda menyewa satu mesin server secara utuh. Anda bisa punya kontol penuh (disebut “root” di Linux) kalau mau.

Dengan dedicated server, anda tidak perlu kuatir dengan tetangga satu server yang merusak atau mengurangi performa website anda.

Dedicated server adalah level tertinggi dari paket hosting di pasaran umum.

Kalau bisnis atau website anda sudah sangat besar sampai-sampai perlu dedicated server, cobalah pertimbangkan untuk memiliki server sendiri, berhubung harga sewa dedicated server yang terbilang sangat mahal.

6. Colocation Web Hosting

Anda membawa mesin server milik anda sendiri, lalu pasang di rak sebuah data center. Mereka menyediakan listrik, pendinginan, keamanan, dan jaringan internet. Ini berarti anda bertanggungjawab penuh atas software di server anda, penyimpanan data, prosedur backup, dan lain-lain.

Kalau mesin server anda rusak, tentu harus ganti sendiri. Colocation Web Hosting pada dasarnya adalah sewa tempat, listrik, pendinginan, keamanan, dan akses internet.

Kecuali anda orang IT yang paham betul tentang server, jangan gunakan opsi ini.

7. Managed WordPress Hosting

managed wordpress hosting

Dengan semakin meningkatnya popularitas WordPress sebagai platform pembuat website, banyak penyedia jasa hosting sekarang menawarkan paket ini.

Pada dasarnya, Managed WordPress Hosting adalah layanan dimana penyedia jasa akan mengurus semua hal tentang instalasi wordpress anda, serta menjaga situs anda dari serangan hacker

Meskipun sedikit lebih mahal dari shared hosting, paket ini cocok untuk anda bisnis startup yang menggunakan wordpress sebagai platform utamanya.

8. Self Service Web Hosting

self service hosting

Ini tingkat dewa.

Anda melakukan semuanya sendiri mulai dari server, software, jaringan internet, listrik, pendinginan, dan keamanan. Sama seperti colocation, kalau anda bukan orang IT yang dewa soal komputer, server, dan internet, sebaiknya hindari.

Membuat sebuah website, apalagi bagi seorang pemula bukanlah hal yang mudah dan instan. Dibutuhkan banyak kesabaran dan niat belajar, tapi ilmu ini tentu akan banyak berguna dan terbayar di kemudian hari.

Yang paling penting adalah, pilih paket hosting yang sesuai!

Baca juga: Cara membuat website untuk pemula, tanpa koding!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *