Mengenal UX (User Experience) serta Fungsinya

UX, atau User Experience (pengalaman pengguna) sudah menjadi istilah populer di bidang teknologi dan desain industri sekarang ini. Penerapan UX di berbagai aplikasi dan produk digital selalu berkembang mengikuti selera pengguna dan permintaan pasar, oleh sebab itu pengertian istilah ini juga terus berubah sesuai dengan perkembangan teknologi.

Anda pasti sudah banyak mendengar tentang UX ketika mengikuti perbincangan soal situs online, aplikasi smartphone, sistem operasi komputer, dan antarmuka produk digital. Pada kesempatan ini, UX akan dibahas secara lebih detail untuk memberi pemahaman mendalam mengenai penerapannya dan pentingnya fungsi ini di setiap produk.


Pengertian Umum UX

Sebenarnya User Experience bisa diartikan secara harfiah tanpa mengubah makna. Saat Anda mendengar seseorang menyebut istilah UX, kemungkinan besar orang tersebut sedang membicarakan tentang bagaimana pengguna berinteraksi dengan sebuah produk, baik produk digital maupun fisik.

Hampir setiap orang telah menggunakan UX di semua produk yang mereka pakai. Contoh komunikasi dalam cakupan UX bisa berupa interaksi dengan perangkat lunak atau software melalui layar sentuh atau klik, atau juga kenyamanan yang Anda rasakan saat memegang sebuah telepon genggam.

Karena bentuk fisik sebuah benda juga termasuk dalam ranah UX, maka penerapan fungsinya tidak terbatas pada produk digital saja. Dari penjelasan diatas, UX didefinisikan sebagai akumulasi dari segala bentuk interaksi yang terjadi antara pengguna dan produk yang dipakai.

Sebuah produk bisa dikatakan telah mencapai kesuksesan dalam hal UX jika pengguna merasakan pengalaman positif untuk aspek-aspek berikut:

  • Kegunaan : apakah produk memberi manfaat sesuai yang diharapkan?
  • Kemudahan : apakah produk mudah digunakan?
  • Kenyamanan : apakah produk ini praktis dan nyaman saat dimanfaatkan sesuai tujuannya?

Ketika produk berhasil memberi jawaban positif atas semua pertanyaan diatas, konsumen cenderung menjadi pengguna tetap dan tidak akan beralih ke produk lain.


Pengertian Praktis UX

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, UX mencakup semua bentuk pengalaman konsumen saat menggunakan sebuah produk. Berdasarkan pengertian ini, pengalaman konsumen meliputi banyak hal termasuk interaksi dengan produk itu sendiri dan bagaimana produsen atau penjual bersikap kepada konsumen.

Jadi, UX mencakup semua aspek interaksi yang terjadi antara pengguna dengan perusahaan penyedia serta produk dan layanan yang diberikan. Bahkan bentuk komunikasi fisik dengan penjual juga harus diperhitungkan.

Dari definisi tersebut, UX bisa dijabarkan lebih lanjut seperti di bawah ini:

  • Seringkali UX bersifat subyektif, karena sangat tergantung pada perspektif pengguna terhadap sebuah produk. Jika UI hanya mencakup proses interaksi antara pengguna dan komputer/program, UX lebih menekankan pada pengalaman pribadi seorang pengguna. Selain kemudahan, sebuah produk harus benar-benar memberi manfaat dan kenyamanan saat dipakai.
  • Karena UX memiliki sifat personal (tergantung bagaimana pengguna menentukan efektif atau tidaknya sebuah produk), penerapan UX harus berdasarkan proses adaptasi dengan konsumen. Kemampuan produsen menciptakan produk atau memberi layanan yang mampu berfungsi dengan baik terlepas dari karakteristik pengguna yang berbeda-beda merupakan nilai lebih.
  • UX akan selalu berkembang mengikuti perubahan jaman, kondisi pasar, persaingan, dan inovasi teknologi. Produsen akan terus menciptakan produk-produk baru, dan pada saat yang sama konsumen juga berusaha mencari dan menggunakan produk yang sesuai dengan perubahan gaya hidup.

Saat sebuah produk baru muncul, pengguna mungkin belum bisa sepenuhnya menyambut fitur-fitur baru yang ditawarkan. Sebagai contoh, di akhir 1980an saat laptop mulai diperkenalkan, banyak yang menganggap bahwa teknologi ini tidak akan bertahan lama karena masih memiliki banyak kelemahan mendasar seperti terlalu berat, baterai yang terlalu lemah, dan tentu saja mahal.

Konsumen tidak tertarik dengan laptop, dan bisa dikatakan pengalaman pengguna terhadap produk ini sangat buruk. Bahkan publikasi populer The New York Times terkesan memberi ulasan pesimis tentang laptop.

Seiring perkembangan teknologi, sekarang hampir setiap orang menggunakan laptop untuk bekerja dan bermain. Pengalaman pengguna bisa berubah karena sifatnya yang subyektif, personal, dan berkembang.


Aspek Utama UX

Sebuah desain UX suatu produk bisa dibilang efektif jika mencakup aspek berikut:

aspek utama UX

  • Usable (mudah digunakan): sebuah produk harus bisa dan mudah digunakan. Desain antarmuka digital dan bentuk fisik produk sebaiknya sederhana agar mudah dipahami bahkan oleh pengguna baru.
  • Useful (berguna): produk memang benar-benar harus memberi solusi atau manfaat sesuai dengan fungsi yang diharapkan. Tanpa menawarkan manfaat apapun, tidak ada alasan bagi konsumen untuk membeli atau menggunakan produk tersebut.
  • Desirable (menarik): bentuk dan tampilan produk harus menarik minat konsumen. Penggunan warna, aspek ergonomis, dan keunikan bentuk bisa membangkitkan niat pengguna untuk mencoba.
  • Findable (mudah dipahami/diperbaiki): jika suatu saat pengguna mengalami kesulitan menggunakan produk, solusi atau perbaikan harus bisa dilakukan dengan mudah. Pengguna bisa mengacu pada buku petunjuk atau menghubungi produsen untuk saran dan panduan.
  • Accessible (mudah diakses): penyandang cacat atau disabilitas harus bisa menggunakan produk dengan mudah, seperti pengguna lainnya. Setiap pengguna bisa merasakan pengalaman yang sama baiknya.
  • Credible (kredibilitas): produk dengan UX yang baik biasanya datang atau muncul dari penjual/produsen dengan reputasi baik pula.

Pada akhirnya, semua aspek diatas berkolaborasi untuk menghasilkan produk yang berharga (Valuable) – dan aspek ini merupakan tujuan utama dari UX.


UX berbeda dengan UI

Sudah jelas bahwa UI adalah salah satu aspek penting di dalam UX. Sistem antarmuka pengguna bisa menjadi faktor pembeda antara pengalaman positif dan negatif seorang konsumen, tapi UI bukan satu-satunya hal yang harus diperhatikan.

UX juga menentukan bagaimana sebuah produk berfungi dibalik tampilan grafis atau bentuknya. Jika User Interface fokus pada tampilan sebuah produk, maka UX memastikan bahwa fungsi produk sesuai dengan tampilan yang dilihat konsumen. Anda bisa cek artikel perbedaan UI dan UX untuk penjelasan lebih lengkapnya.


Fungsi UX

Jika dipandang dari segi bisnis, UX berfungsi sebagai alat untuk memastikan kepuasan konsumen. Pengalaman konsumen saat menggunakan produk yang Anda tawarkan sangat berpengaruh pada reputasi Anda. Pengguna yang memiliki pengalaman positif akan lebih mudah merekomendasikan produk dan layanan yang sama pada teman, keluarga, dan rekan kerja.

Perlu diingat bahwa pengalaman positif mulai terbentuk saat konsumen mencari suatu produk, bisa melalui Internet dengan mengakses situs toko online Anda atau mengunjungi toko fisik; pencarian dan pembelian secara online mengharuskan Anda memiliki UI yang baik, sedangkan di lokasi fisik konsumen ingin merasa disambut dan dibantu.

Konsumen berharap mendapat pengalaman positif dan menikmati waktu mereka berinteraksi dengan Anda. Bisa dikatakan, penerapan UX berlaku di dua bentuk komunikasi: offline dan online.

  • UX di halaman situs Internet bisa mencakup kecepatan akses konten, dukungan Live Chat, sistem layanan yang responsif, dan cara pembayaran/transaksi yang aman.
  • Sedangkan di toko fisik, bentuk UX bisa diterapkan melalui keramahan penjual, keseriusan dalam menanggapi pertanyaan calon pembeli, kecakapan penjual mencari produk, bahkan kebersihan toko, dan layanan purna jual.

 

Penerapan UX berperan penting untuk menjamin kesuksesan sebuah produk dan bisnis. Jika implementasi UX berjalan efektif di semua tahap pengembangan produk, hampir bisa dipastikan kalau produk dan layanan yang Anda tawarkan akan memberi pengalaman positif bagi pengguna/pembeli. Pengembangan UX tidak berhenti di satu titik, tetapi terus berjalan mengikuti selera konsumen dan bisa terbantu oleh umpan balik pengguna.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of