Whatsapp, Instagram, dan Facebook Down 22 Mei 2019

“Saya tidak bisa ngontak anak saya dirumah” tutur Dimas, seorang pedagang pulsa di pusat kota Jakarta, 22 Mei 2019.

Fenomena down alias tidak bisa diaksesnya sejumlah media sosial dan media komunikasi dirasakan oleh banyak penduduk Indonesia, terkait aksi demo dan kerusuhan yang terjadi di sekitar Bawaslu, Jakarta Pusat.

Hal ini disebabkan oleh dibatasinya akses ke sejumlah media sosial tersebut oleh pemerintah, guna mencegah penyebaran hoax dan berita menyesatkan yang dapat memperburuk situasi di jantung kota Jakarta.

Baca: 404 sampai 503, berbagai kode error internet yang wajib diketahui

Penghambatan akses ke beberapa media sosial ini juga ditunjukkan oleh situs Down Detector yang memberi warna merah-kuning di Outage Map nya.

Instagram:

Facebook:

Whatsapp:

Akses media sosial seperti Facebook dan Instagram dibatasi terutama untuk fitur gambar dan video. Selain itu, aplikasi berkirim pesan seperti Whatsapp pun dibatasi terutama karena viralnya berita palsu lebih ganas terjadi di aplikasi seperti Whatsapp, ketimbang media sosial lainnya.

Cek juga: Cara menggunakan WhatsApp Web di PC

Dengan pembatasan ini, seluruh Netizen akan mengalami perlambatan yang signifikan dalam mengakses fitur-fitur tersebut. Meskipun demikian, pembatasan ini bersifat sementara dan tentunya akan dibuat normal kembali saat situasi sudah mereda.

Netizen pun diharapkan untuk melihat media mainstream seperti berita TV untuk mendapat update terbaru terkait situasi yang sedang berlangsung.

Facebook, raksasa sosial media ini dikabarkan mendapat profit sebesar 30 rupiah per-menit per-pengguna. Pembatasan akses ini tentunya memiliki dampak yang negatif untuk perusahaan raksasa milik Mark Zuckerberg.

Kalau pembatasan ini dilakukan selama 6 jam saja, maka kerugian yang dialami facebook bisa diestimasi sebesar 1,4 trilyun rupiah, mengingat pengguna facebook di Indonesia sangatlah banyak yaitu 1,3 juta pengguna. Itupun belum menghitung kerugian yang dialami Instagram dan Whatsapp, mengingat keduanya juga dimiliki oleh Facebook.

Dengan sejumlah pembatasan ini, masyarakat dapat tetap berkomunikasi satu sama lain melalui e-mail, telepon, ataupun SMS reguler.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of