Apa itu VPN? Ini Sejarah dan Cara Kerjanya

Konektivitas Internet sudah bukan menjadi barang langka di Indonesia, bahkan anak-anak SD di hampir semua wilayah (termasuk daerah yang bisa dikategorikan sebagai pelosok) bisa merasakan mudahnya mencari informasi dan menikmati tayangan hiburan dari layanan online menggunakan ponsel mereka.

Tentu saja Internet bukan hanya untuk keperluan hiburan; segala macam bisnis dan urusan adminstratif perkantoran juga sangat bergantung pada teknologi ini. Seiring perkembangan jaman, akses Internet menjadi lebih terjangkau dan murah tanpa harus mengesampingkan kecepatan koneksi.

Sayanganya tidak semua orang paham betul tentang bahaya pencurian data pribadi melalui Internet, baik oleh peretas atau situs-situs amatir yang malas (atau sengaja tidak) menerapkan standar protokol keamanan data.

Meskipun teknologi Internet (termasuk browser, email, provider, kabel koneksi, hardware, software dll) terus-menerus mendapat pembaruan untuk meningkatkan kecepatan dan keamanan, Internet masih merupakan tempat rawan bahaya dimana peretas bisa dengan mudah mencuri dan memanfaatkan data pribadi pengguna untuk tujuan kriminal.

Resiko semacam ini bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan sepenuhnya menggunakan VPN (Virtual Private Network). Apa itu VPN? Teruskan membaca.


Pengertian VPN

VPN adalah koneksi Internet yang terenkripsi. VPN memastikan bahwa semua bentuk data yang dikirim dari dan diterima oleh perangkat (misalnya ponsel, laptop, komputer, dsb) saat pengguna tersambung ke Internet harus melewati proses enkripsi untuk memastikan kerahasiaan data tersebut.

Tindakan enkripsi efektif mencegah pencurian data melalui Internet sekaligus deteksi lokasi and alamat IP pengguna. VPN digunakan secara luas di lingkungan korporasi sebagai langkah untuk menghindari pencurian berkas-berkas penting atau rahasia melalui Internet.

Ketika seseorang mengakses sebuah file, dia sebenarnya mengunduh file tersebut dari database ke perangkat keras yang digunakan. File ini kemudian ditransfer melalui koneksi Internet. Tanpa proses enkripsi, peretas bisa dengan mudah mencuri dan membaca semua isi file.

Le VPN

VPN pada dasarnya adalah WAN (Wide Area Network). Selain proses enkripsi, hampir tidak ada perbedaan mencolok. Dua-duanya adalah jaringan Internet yang bisa diakses oleh publik, tetapi VPN memberi proses enkripsi yang lebih mutakhir.

Pengguna bisa mengkases Internet seperti biasa tanpa kesulitan karena sistem user interface di browser masih terlihat sama. Bahkan VPN tidak mempengaruhi fungsi apapun (selain enkripsi) kecuali pengguna menggunakan fitur deteksi “lokasi” di browser.

Dalam hal lokasi, VPN juga bisa merubah identitas alamat pengguna dari satu negara ke negara lain. Karena alasan inilah VPN juga banyak dipakai oleh pengguna pribadi untuk keperluan akses Internet di luar urusan korporasi. Proses enkripsi bisa dipakai untuk merubah IP pengguna, atau mengganti lokasi perangkat.

Jika suatu negara menerapkan kebijakan filter konten dari berbagai situs, akses Internet dari wilayah manapun di negara tersebut ke situs yang dilarang akan diblokir. Misalnya Anda tinggal di Denpasar, Bali dan ingin membuka situs yang dianggap ilegal atau radikal oleh Pemerintah Indonesia, salah satu cara untuk melewati filter konten adalah dengan menggunakan VPN.

Meskipun Anda tinggal di Denpasar, penggunaan VPN bisa menyamarkan alamat IP pengguna sehingga Anda tampak seperti tinggal di Singapura atau Belanda misalnya.

Jaringan Internet publik bisa dipakai oleh siapa saja termasuk peretas. Mustahil mengetahui siapa saja yang sedang mengakses Internet di sebuah jaringan publik, misalnya Wi-Fi hotspot, atau aktivitas setiap pengguna yang terhubung ke jaringan tersebut.

Sistem koneksi seperti ini memiliki resiko pencurian data sangat tinggi, dan tidak direkomendasikan bagi mereka yang harus mengunduh atau mengunggah dokumen rahasia perusahaan, file pribadi, dan melakukan transaksi finansial bentuk apapun. Jika Anda tidak punya pilihan lain, pastikan koneksi VPN di perangkat Anda sudah aktif sebelumnya.

Baca: Apa itu database sebenarnya?


Sejarah Singkat VPN

Di awal-sampai-pertengahan tahun 1990an, banyak karyawan di Amerika Serikat yang harus mengakses jaringan Internet milik perusahaan atau kantor dari rumah; pekerjaan di kantor belum selesai, jadi mereka harus melanjutkan bekerja dari rumah masing-masing.

Hal ini berarti menghubungkan komputer pribadi dengan jaringan Internet kantor menggunakan koneksi modem berkecepatan rendah tanpa fitur keamanan. Didorong oleh tingginya resiko pencurian data, diperlukan sebuah sistem koneksi terenkripsi sebagai langkah pencegahan.

Pada tahun 1996, seorang insinyur yang bekerja di Microsoft bernama Singh-Pall berhasil menciptakan bentuk dasar enkripsi yang kemudian disebut PPTP atau Point-to-Point Tunneling Protocol. Tidak seperti VPN saat ini, PPTP menggunakan bentuk keamanan yang terbilang lemah.

Statistik pemakai VPN

Meskipun sekarang Anda tidak ingin bergantung pada PPTP untuk mendapatkan proses enkripsi koneksi Internet, teknologi ini merupakan yang terbaik pada jamannya, atau setidaknya jauh lebih cepat dan lebih aman daripada sekedar terhubung menggunakan modem.

Dari PPTP, fitur keamanan koneksi Internet berkembang pesat di tahun-tahun berikutnya. Banyak protokol koneksi diperkenalkan misalnya IP Security (IPSec), Layer 2 Tunneling Protocol (L2TP), Secure Sockets Layer (SSL), Transport Layer Security (TLS), Secure Shell (SSH), dan sebagainya.

Bisa dikatakan PPTP merupakan teknologi dasar yang menjadi basis perkembangan VPN hingga sekarang.

Sampai sekitar 10 tahun sejak VPN mulai diperkenalkan, sebagian besar pengguna adalah dari lingkungan bisnis dan korporasi. Kemudian di awal tahun 2000an, masyarakat mulai menyadari pentingnya fitur keamanan Internet dan fungsi VPN untuk memastikan privasi pengguna dalam koneksi peer-to-peer (P2P) file sharing misalnya di situs unduh torrent.


Cara Kerja VPN

Untuk mengetahui bagaimana VPN bisa memberi proteksi data dan privasi, Anda harus mengerti dulu tentang proses transmisi data melalui Internet.

Fungsi utama Internet adalah untuk mengirim data secara efisien. Dalam hal ini “data” berarti segala bentuk informasi yang ditampilkan browser misalnya teks, foto, gambar, dan video.

Berikut adalah tahap yang terjadi ketika anda mengakses sebuah website:

  1. Perangkat yang terhubung ke Internet mengirimkan permintaan data ke server tujuan melalui penyedia layanan atau ISP (Internet Service Provider). Permintaan ini berisi berbagai macam data pribadi seperti alamat IP dan lokasi.
  2. ISP akan meneruskan permintaan Anda ke server tujuan, yang kemudian mengirim balik (menjawab) hasil permintaan ke ISP.
  3. Hasil pemintaan dikirimkan ke perangkat Anda oleh ISP.

Dengan semua tahap yang terjadi diatas, tentunya ISP (provider-provider terkenal) bisa melacak semua domain website yang anda akses lewat Internet, karena semua komunikasi anda dengan server/website tujuan telah melalui ISP.

Contoh lain, berikut adalah tahapan yang terjadi ketika anda googling “Facebook”, lalu klik hasil pencarian paling atas:

  1. Anda memasukkan kata ‘Facebook” ke mesin pencari misalnya Google.
  2. Penyedia layanan Internet (ISP) yang Anda pakai mengirim permintaan ini ke Google.
  3. Google memprosesnya, kemudian memberi hasilnya ke ISP.
  4. ISP meneruskannya hasilnya ke komputer Anda.
  5. Hasilnya, monitor Anda dipenuhi hasil pencarian yang berkaitan dengan istilah “Facebook”.
  6. Hasil di urutan teratas adalah homepage Facebook. Saat Anda klik, proses seperti langkah 1-4 terulang lagi, bedanya adalah ISP terhubung dengan Facebook, bukan Google.

Dengan menggunakan VPN, koneksi Internet Anda harus melalui satu proses lagi setelah ISP, yaitu melalui server VPN.

Data yang terkirim dari perangkat ke Internet (saat melakukan pencarian) dan data yang diterima telah dienkripsi. Artinya semua data tidak bisa terbaca oleh siapapun sebelum sampai tujuan masing-masing.

Baik data pribadi yang diupload maupun informasi yang didownload akan terkunci saat dikirim melalui Internet. Kunci hanya akan terbuka ketika data sudah sampai tujuan, yaitu perangkat Anda.

Catatan menarik: menggunakan VPN bukan berarti data Anda tidak bisa diretas. Peretas masih bisa mencuri informasi yang dikirim melalui Internet, tetapi masih dalam bentuk yang dienkripsi. Meskipun berhasil dicuri, data ini tidak akan bisa dibaca/digunakan. Hanya Anda yang akan menerima data yang sudah didekripsi (dibuka kuncinya).

0 0 vote
Article Rating

Dimas

Menyajikan konten berkualitas seputar teknologi dan telah melalui tahap pengeditan yang ketat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments