Apa itu Dropship, Cara Kerja, dan Kerugiannya

Siapa yang sudah tak asing lagi dengan metode bisnis yang satu ini? Ya, dropship! Dropship merupakan model usaha yang bisa dicoba oleh semua kalangan karena kemudahan yang ditawarkan. Sebenarnya dropship ini bisa dikatakan sebagai jualan, tapi dengan beberapa perbedaan dari metode jualan pada umumnya.

Dropshipping mulai berkembang sebagai model bisnis e-Commerce pada tahun 2006, ketika AliExpress mulai mendapatkan popularitas di Amerika Serikat.

Sejak saat itu, dropship jadi banyak digunakan dan sampai saat ini bertumbuh menjadi model bisnis yang sangat menguntungkan yang berkembang di kalangan masyarakat.

Itu baru sedikit penjelasan tentang dropship, mau tau informasi lebih lengkapnya? Simak langsung ulasannya di bawah ini!


Apa itu Dropship?

Dropship adalah metode pemenuhan ritel di mana toko tidak menyimpan produk yang dijualnya. Alih-alih menyimpan produk di toko, kamu membelinya langsung dari pemasok pihak ketiga dan mengirimkannya langsung ke pelangganmu.

Ketika menjalani model bisnis online seperti ini, kamu tidak perlu menghadapi sejumlah masalah rumit dalam mengelola bisnis eCommerce, termasuk menemukan gudang untuk menyimpan produk, mengatur inventaris, dan memikirkan proses pengirimannya.

Yang membuat model ini menarik bagi wirausahawan adalah karena lebih mudah dijalankan daripada jenis model bisnis eCommerce lainnya, dan membutuhkan lebih sedikit modal untuk mengerjakannya.

Hanya dengan koneksi internet dan laptop, kamu dapat membangun bisnis yang sukses dan menguntungkan dengan membuka toko online yang pada dasarnya bertindak sebagai perantara untuk menjembatani pelanggan dan pihak grosir.

Dropship tentunya menghemat biaya karena kamu tidak harus menyewa toko fisik, membeli stok, dan membayar biaya overhead.

Tapi, apakah dropshipping legal? Kabar baiknya, ini adalah model usaha legal yang sudah banyak digunakan di seluruh dunia.

Baca Juga : Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Informatika


Bagaimana Cara Kerja Dropship?

Proses dropship dan model bisnisnya cukup sederhana. Model bisnis ini merupakan kerjasama antara pengecer yang menjual produk secara online dan meneruskan pesanan pelanggan ke pemasok yang memproduksi dan / atau menyimpan produk tersebut.

Pemasok pihak ketiga kemudian mengemas dan mengirimkan pesanan langsung ke pelanggan atas nama pengecer.

Hampir semua produk dapat di-dropshipping, tetapi untuk berhasil dengan model bisnis ini, kamu perlu memilih produk yang tepat dan memasarkannya kepada audiens yang tepat.

Beberapa produk dropship yang berpotensi paling menguntungkan adalah:

  • Perlengkapan gadget
  • Perhiasan
  • Produk hewan peliharaan
  • Mainan
  • Smartphone
  • Kecantikan dan kesehatan
  • Peralatan gaya hidup
  • Alat-alat listrik
  • Drone dan aksesorisnya

Baca Juga : Apa itu Influencer dan Apa Saja Jenisnya?


Keuntungan dan Kerugian dari Dropship

Seperti model bisnis lainnya, dropship memiliki keuntungan dan kerugian. Jadi, apa saja keuntungan dan kerugian dari dropship?

– Keuntungan Dropship

1. Mudah lakukan: Kamu dapat menyiapkan toko online hanya dalam tiga langkah sederhana. Cukup siapkan produk yang akan dijual, bekerja sama dengan pemasok pihak ketiga yang sudah terpercaya, menyiapkan toko onlinemu, dan daftarkan produk yang mau dijual. Meskipun kamu merupakan seorang pemula di bidang ritel e-Commerce, kamu dapat dengan mudah memahami dan menerapkan model ini.
2. Membutuhkan modal awal yang sedikit: Metode dropship ini menghilangkan banyak biaya yang diperlukan untuk operasional toko ritel seperti membeli inventaris dan menyewa toko fisik. Satu-satunya biaya yang kamu keluarkan adalah biaya pengaturan atau hosting situs web yang tidak seberapa dibandingkan dengan model ritel tradisional.
3. Risiko rendah: Karena kamu tidak menyimpan persediaan produk, kamu tidak berada di bawah tekanan apa pun untuk selalu harus menjual barang. Baik kamu berhasil menjual produk atau tidak, kamu tidak akan rugi apapun.
4. Bisa jual berbagai produk: Terserah mau memutuskan berapa banyak produk yang ingin dijual. Kamu bebas menentukan akan menjual barang apapun di toko online-mu.
5. Kamu memiliki lebih banyak waktu dan sumber daya untuk meningkatkan skala tokomu: Pemasok kamu yang sibuk mengemas dan mengirimkan produk ke pelanggan sementara kamu turut mendapat keuntungan. Ini berarti lebih sedikit biaya overhead dan lebih banyak waktu untuk mengembangkan toko online-mu.

– Kerugian dari Dropship

1. Margin keuntungan yang lebih rendah: Banyak toko menjual produk dengan harga rendah, dan karena persaingan yang ketat, kamu mungkin terpaksa melakukan hal yang sama. Meskipun kamu mendapatkan sedikit keuntungan, tentunya marginnya jauh lebih rendah.
2. Kamu ikut menanggung tanggung jawab: Jika pemasok mengacaukan proses pengiriman, pelanggan akan melihat itu sebagai kesalahan kamu dan kamu harus bertanggung jawab karena mereka membeli produk dari situs web atau toko online-mu.
3. Tidak ada kontrol lebih jauh: Pemasok menangani dan mengirimkan produk. Itu berarti tidak ada ruang untuk menaikkan merek (branding), pengemasan yang spesial, bonus barang gratis, atau catatan yang dibuat khusus untuk mengisi pesanan dan membuat pelanggan puas. Selain itu, kamu tidak memiliki kendali atas inventaris yang dapat menyebabkan pembatalan pesanan atau penundaan pengiriman saat kamu menjual produk yang stoknya habis di toko pemasok.

Baca Juga : Apa itu E-commerce? Kenali Pengertian, Sejarah, dan Jenisnya


Apakah Dropship Menguntungkan?

Jika kamu memilih produk yang tepat, menemukan pemasok yang tepat, dan memasarkan produk kamu ke audiens yang tepat, metode dropship ini bisa menjadi bisnis yang sangat menguntungkan. Margin keuntungan berkisar dari 15% hingga 45%.

Tapi, untuk barang mewah seperti perhiasan dan elektronik, margin keuntungan bisa naik hingga 100%. Kamu hanya perlu memastikan proses dropship berlangsung dengan cepat dan aman.


4 Langkah Memulai Bisnis Dropship

Lantas, bagaimana caranya memulai bisnis dropship? Membuat toko online sendiri adalah cara mudah, yang perlu kamu lakukan hanyalah mengidentifikasi produk yang akan dijual, memilih platform yang tepat, dan terhubung dengan dropshippers yang terpercaya. Berikut langkah-langkah yang harus kamu ikuti:

1. Pilih produk

Setelah mengidentifikasi ceruk pasar, kamu perlu memilih produk yang sesuai dengan permintaan supaya bisa berhasil menjalankan toko. Kamu dapat mengidentifikasi produk yang banyak dibutuhkan melalui situs web seperti Google Trends atau Product Mafia.

2. Pilih nama domain untuk toko kamu

Kamu perlu memilih nama domain yang sesuai dengan niche-mu sehingga pelanggan dapat menemukanmu secara online. Kalau kamu membuka bisnis dropship secara online di marketplace, kamu hanya tinggal menyiapkan nama toko yang sesuai.

3. Pilih platform 

Shopify dan WooCommerce adalah dua platform yang dapat dicoba. Shopify adalah platform yang sepenuhnya otomatis, tetapi berbayar. Lain halnya dengan WooCommerce, yang perlu kamu lakukan hanyalah membayar nama domain dan hosting toko karena ini adalah plugin WordPress gratis.

Tak hanya itu, sekarang kamu juga bisa memulai usaha dropship lewat marketplace seperti Tokopedia dan Shopee dengan sangat cepat karena sudah ada opsi pengiriman ‘Kirim Sebagai Dropship’ pada kedua belah platform untuk memudahkan penjualan.

4. Pilih sebuah plugin

Meskipun kamu dapat menyiapkan toko tanpa plugin, proses persiapannya akan cukup rumit. Plugin mudah digunakan dan dapat dengan cepat menghubungkan kamu ke dropshipper yang bagus seperti AliExpress.

AliDropship, WooDroship, dan Spocket Dropshipping adalah beberapa plugin yang secara otomatis akan mengimpor produk dropship langsung dari gudang dropshippers ke tujuan dengan sekali klik.

Baca Juga : Apa itu Coding: Pengertian dan Cara Kerjanya


Apakah Dropship Masih Bisa Dicoba di 2021?

Memulai bisnis dropship ritel online bisa lebih mudah, lebih murah, dan lebih menguntungkan daripada model retail pada umumnya.

Nyatanya, model bisnis dropship juga memiliki pasang surutnya tersendiri, dan seperti usaha wirausaha lainnya, akan membutuhkan kerja keras untuk membangun bisnis yang sukses.

Saat ini kamu mungkin sudah punya pemahaman yang lebih baik tentang cara kerja dropship, mengetahui kelebihan dan kekurangan serta menimbang apakah itu layak atau tidak untuk dicoba.

Untungnya, model bisnis dropship benar-benar legal dan kamu bisa memulai bisnis ini dengan sangat mudah dan cepat. Jadi, untukmu yang mau coba usaha dan nambah pemasukan, dropship adalah pilihan yang bagus.

Jadi, apakah kamu tertarik untuk memulai bisnis dropship?

Ashya Ravika

Kreator konten profesional dengan banyak pengalaman di perusahaan digital seperti Tokopedia, Kompas, Asmaraku, dan Hijup.

guest
5 Komentar
Terpopuler
Terbaru Terlama
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
Raffi
Raffi
1 bulan yang lalu

Jadi dropshipper skrg beda sekali dgn jaman dulu dmna blm byk saingan. Skrg usaha lg susah dan orderan juga gk sebanyak dulu

Santi
Santi
2 bulan yang lalu

Alhamdulilah makasih banget ya artikel nya bagus banget nih , bikin aku semangat untuk buka usaha tampa ribet dan sangat jelas banget bisa di mengerti

Nana
Nana
2 bulan yang lalu

Dropship sama dengan reseller ga ya?

Aisyah
Aisyah
3 bulan yang lalu

Saya mau mulai usaha dropship gimna caranya?

5
0
Tulis komentar.... Bebas!x
()
x