FAT32 atau NTFS, Mana yang Cocok?

Ketika kamu punya hard drive, SSD, flashdisk, atau sedang instal Windows baru, kemungkinan kamu dihadapkan pada dua pilihan format yaitu NTFS dan FAT32. Tapi apa bedanya? Kenapa harus pilih satu ketimbang yang lain?

Pertanyaan FAT32 atau NTFS tampaknya tak kunjung berhenti dilontarkan, bahkan di 2021. Jangan salah, justru kami senang masih ada orang-orang seperti kamu yang rasa ingin tahunya besar hingga ke jenis sistem file, sementara sebagian besar rakyat lain sudah tidak mau tahu sama sekali.

Di artikel ini kami akan bahas mendalam FAT32 vs NTFS, apa perbedaannya dan mana yang sebaiknya kamu gunakan. Silakan!

Apa Artinya?

FAT32 adalah jenis format yang lebih tua ketimbang NTFS. FAT32 adalah versi paling populer dari sistem FAT (File Allocation Table) yang dibuat oleh Microsoft di 1977. FAT32 akhirnya digunakan di PC-DOS milik IBM pada tahun 1981, dan juga oleh MS-DOS. FAT telah menjadi acuan utama (standar) untuk floppy disk (tau disket kan?) dan semua hard drive di masa-masa DOS hingga Windows 8.

NTFS alias New Technology File System adalah jenis format yang lebih baru. Microsoft memperkenalkan NTFS pada 1993, sebagai komponen dari Windows NT 3.1 dan Windows 2000. Walau demikian, NTFS baru digunakan oleh khalayak ramai ketika munculnya Windows XP di 2001. Lalu, Windows 7 sampai Windows 10 menggunakan NTFS sebagai format default-nya.

Kompatibilitas

FAT32 kompatibel untuk read/write di sebagian besar sistem operasi terbaru, dan beberapa sistem operasi yang sudah lewat zamannya. Misalnya DOS, Mac OS X, Linux, FreeBSD, Windows 8, Windows 7, Windows Vista, Windows XP, dan Windows seri sebelumnya.

Di sisi lain, NTFS kompatibel sepenuhnya dengan Windows mulai dari NT 3.1 hingga Windows 10. Mac OS X 10.3 dan setelahnya juga mendukung kapabilitas read untuk NTFS, namun masih dibutuhkan program pihak ketiga semacam Paragon NTFS for Mac.

Keterbatasan ukuran file

ntfs format

Ukuran file maksimum di sistem FAT32 adalah 4GB, dan ukuran volume-nya mentok di 2TB. Ini artinya, kalau kamu punya harddisk, SSD, atau flashdisk yang lebih besar dari 2TB, kamu harus membaginya jadi beberapa partisi dengan 2TB sebagai ukuran maksimum per partisinya.

Kamu juga akan terbatas di ukuran file, yaitu 4GB per file. Ini bisa jadi kendala karena di 2021 ukuran file film 4K bisa jauh melebihi 4GB.

Di sisi lain, batas maksimum volume NTFS adalah 16EB (Exabyte). Satu Exabyte adalah 1 milyar Gigabyte. Yah bisa kita anggap masih sangat jauh dari kondisi sekarang, yang palingan ukuran volume personal hanya beberapa ribu GB saja. Dengan ini, kemungkinan NTFS tidak akan outdated untuk beberapa belas tahun kedepan.

Mana yang lebih cepat?

Kecepatan transfer file selalu dibatasi oleh komponen paling lambat. Ibaratnya ini sama seperti mendaki gunung, meski ada satu anak yang sangat kuat dan cepat, ia tetap harus menunggu anak yang paling lemah. Di kasus komputer, anak paling lemah ini biasanya interface seperti SATA atau koneksi jaringan misal 3G/4G.

Meski begitu, pada pengujiannya hard drive, SSD, atau flashdisk yang diformat NTFS bekerja lebih cepat ketimbang FAT32. Namun banyak faktor lain yang juga berpengaruh terhadap kecepatan transfer misal HDD vs SSD, Flash vs non-Flash, dan lain lain

Kesimpulan

Kesimpulannya, kalau kamu mau format flashdisk, apalagi untuk dicolok ke berbagai macam komputer (bukan hanya windows), pakai FAT32. Tapi untuk hard drive atau SSD yang akan diisi Windows, pakai NTFS.

Dimas

Menyajikan konten berkualitas seputar teknologi dan telah melalui tahap pengeditan yang ketat.

guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
0
Komen apa aja.... Bebas!x
()
x